Kamis, 02 Mei 2013

PANCASILA SEBAGAI PEREKAT PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

PANCASILA SEBAGAI PEREKAT PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

By Diah Hapsari Widyarini

Indonesia merupakan negara dengan ribuan pulau, beragam agama, bahasa, etnis, suku, dan budaya. Untuk itu, diperlukan suatu pengikat kebersamaan agar tetap solid. Sebagaimana para pendiri bangsa telah merumuskan dasar-dasar negara yang kita sebut dengan Pancasila. Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan seluruh aspek kehidupan. Pancasia sebagai pemersatu dari keberagaman bangsa Indonesia. Pancasila selain sebagai dasar negara juga sebagai pandangan hidup, sebagai cita-cita, dan sebagai jati diri bangsa karena Pancasila disusun berdasarkan realita dan nilai-nilali yang ada di Indonesia. Namun, kini bangsa Indonesia sedang mengalami permasalahan multidimensional yang diakibatkan oleh semakin lunturnya jiwa-jiwa Pancasila. Baik dari segi perekonomian, sosial-politik, ketidakadilan hukum, kesejahteraan masyarakat, pertahanan, dll. Banyak konflik dan kekerasan yang terjadi yang diakibatkan oleh permasalahan yang sepele yang berkepanjangan dan tak jarang melibatkan suku dan/atau agama. Dari segi perekonomian, Indonesia terkenal dengan negara agraris negara yang kaya akan sumber daya alam tapi malah menjadi negara pengimpor. Sebenarnya Indonesia masih mampu mencukupi kebutuhan rakyatnya sendiri apabila kebijakan Pemerintah berpihak kepada rakyat dan memberikan kemudahan bagi para petani atau produsen untuk meningkatkan hasil panen atau hasil produksinya. Tapi pada kenyataannya Pemerintah terkesan malah menyulitkan rakyatnya. 
Begitu juga halnya dengan permasalahan pada bidang-bidang yang lain. Menurut saya, permasalahan Indonesia begitu kompleks dan Pemerintah belum mampu menyelesaikan dan memberikan solusi dengan tuntas. Permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia sekarang ini biasanya baru diatasi dengan serius setelah media gencar-gencarnya memberitakan kepada publik atau setelah menimbulkan dampak yang lebih serius. Dapat kita lihat pada bidang pertahanan. Sistem pertahanan kita yang berada di daerah-daerah perbatasan masih sangat lemah dan tidak dikelola dengan baik. Setelah ada kasus seperti negara tetangga ingin memasuki, menguasai, dan mengambil sumber daya alam kita baru Pemerintah turun tangan. Pemerintah juga dinilai lamban dalam menangani setiap masalah. Banyak kebijakan-kebijakan dari Pemerintah yang lebih berpihak pada suatu golongan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Sudah banyak kerugian yang kita alami akibat dari kebijakan-kebijakan yang tidak menganut nilai-nilai Pancasila. Kini saatnya kita perbaiki moral bangsa Indonesia. Ini adalah masalah bersama, marilah kita bekerjasama saling bahu-membahu (karena ini tidak hanya menjadi tanggugjawab pemerintahan saja tapi seluruh lapisan masyarakat) untuk memperbaiki kondisi Indonesia dari keterpurukan nilai dan moral. Seperti yang telah dikatakan Bung Karno dalam pidatonya, “wahai Pemuda! Indonesia akan kembali menjadi bangsa terhormat, atau bahkan menjadi kuli yang terhina di rumah sendiri”. Jika bukan kita yang akan menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang terhormat, siapa lagi?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar